f AGUPENA (Asosiasi Guru Penulis Indonesia) - Cabang Nagekeo
Selamat Datang di Website Resmi AGUPENA Cabang Nagekeo

Rapat Pemantapan Kegiatan BIMTEK PTK

Tampak panitai BIMTEK lagi asyik berdiskusi tentang hala-hal yang akan di persiapkan pada saat BIMTEK PTK.

Kunjungan Perdana AGUPENA Cabang Nagekeo ke Perpustakaan daerah

Tampak dari kanan Ketua AGUPENA Cabang Nagekeo dan Bapak Gaspar Taka .

Suasana Rapat Di Boawae

Tampak dari kiri Pak Wakil dan Sekretaris Agupena lagi asyik merancang anggaran untuk kegiatan BIMTEK PTK

Pose Bersama Pengurus AGUPENA

Photo ketika usai acara pembukaan tampak Pembina Bapak Fidelis Sawu, S.Fil .

Pantai Ipimbuu di Kecamatan Keo Tengah

Laut yang biru dan tampak mempesona ternyata Nagekeo memiliki banyak potensi alam yang indah.

Ruang Perpustakaan Daerah Kabupaten Nagekeo

Buku adalah sumber ilmu yang paling utama.

Kamis, 22 Oktober 2015

Teknik Penulisan Artikel

Oleh: Cyrilus Bau Engo

Scripta Manent Verba Volant
Teknik Penulisan Artikel (1)
Oleh M Badri
Mulailah menulis satu kata, lalu satu kalimat, kemudian satu paragraf selanjutnya satu halaman, sampai akhirnya menjadi satu buku…
A. PENGERTIAN ARTIKEL
Karya tulis yang disusun untuk mengungkapkan PENDAPAT seorang penulis atas suatu FAKTA/DATA/ PENDAPAT orang lain berdasarkan rangkaian LOGIKA tersendiri.
Tulisan lepas berisi opini seseorang yang MENGUPAS tuntas suatu masalah tertentu yang sifatnya AKTUAL dan atau KONTROVERSIAL dengan tujuan untuk memberitahu (INFORMATIF), memengaruhi dan meyakinkan (PERSUASIF ARGUMENTATIF), atau menghibur khalayak pembaca (REKREATIF).

Teknik Menulis Artikel (2)
B. KARAKTERISTIK ARTIKEL
-       Ditulis dengan atas nama (by line story)
-       Mengandung gagasan aktual dan atau kontroversial
-       Gagasan yang diangkat harus menyangkut kepentingan sebagian besar khalayak pembaca.
-       Ditulis secara referensial dengan visi intelektual
-       Disajikan dalam bahasa yang hidup, segar, populer, komunikatif Singkat dan tuntas
-       Orisinal
C. STRUKTUR ARTIKEL
-       Judul
-       Alinea Pembuka (Lead)
-       Alinea Penjelas (Batang Tubuh)
-       Alinea Penutup (Ending)
D. CARA MENULIS ARTIKEL
-       Pilih tema
-       Tentukan judul (bisa juga ditentukan belakangan)
-       Susun alinea pertama
-       Uraikan tema dalam beberapa alinea penjelas (tergantung panjang-pendek tulisan)
-       Perhatikan format/gaya penulisan (ilmiah atau populer?)
-       Eksploitasi data/ referensi penting
-       Simpulkan pendapat dalam alinea penutup (jadilah draf awal artikel)
-       Edit ulang draf awal (judul bisa ditentukan saat ini)

Teknik Penulisan Artikel (3)

Draf final artikel (langsung dikirimkan ke media massa, atau dimintakan pendapat orang lain sebagai proof reader)
1. Memilih Tema
-       Eksplorasi gagasan seluas mungkin (banyak membaca, mendengar, berdiskusi)
-       Pilih tema yang relevan dengan minat/ bidang kompetensi
-       Pilih tema yang aktual (sedang hangat dan jadi perbincangan publik)
-       Tentukan sikap atas tema/masalah yang akan dibahas (pro atau kontra?)
2. Memilih Judul
-       Judul mewakili tema yang akan dibahas atau pendapat yang akan diajukan
-       Singkat (3 – 5 kata) dan padat (sarat makna)
-       Menarik dan menggugah orang untuk membaca tulisan secara keseluruhan
-       Gunakan istilah/idiom populer
3. Susun Alinea Pertama
-       Satu alinea biasa mengandung satu pokok pikiran
-       Uraikan inti masalah dengan singkat (3-5 kalimat)
-       Alinea pertama mengandung pokok pikiran UTAMA atau tesis yang akan dipertahankan
-       Sifatnya, apakah menanggapi opini orang lain atau mengajukan opini tersendiri
-       Pilihan bentuk alinea bervariasi
4. Susun Alinea Penjelas
-       Uraikan pokok pikiran utama (main idea) menjadi beberapa pokok pikiran penunjang/ turunan
-       Setiap pokok pikiran itu disusun dalam alinea tersendiri
-       Hubungkan satu alinea dengan alinea selanjutnya dengan jembatan pikiran (bridging) yang kuat
Hubungan antar alinea bisa bersifat:
-       kronologis (waktu)
-       spasiologis (ruang)
-       kausalitas (sebab-akibat)
5. Mengolah Gaya Penulisan
Ada tiga gaya utama:
-       Deskripsi, memerikan fakta apa adanya secara detail
-       Narasi, menguraikan fakta secara kronologis/ spasiologis
-       Argumentasi, menjelaskan fakta dan sebab-akibat yang melatarinya
-       Kembangkan gaya yang cocok dengan karakter penulis atau tema yang dibahas Setiap gaya memiliki efek yang berbeda kepada pembaca.

6. Eksploitasi Data atau Rujukan
-       Data penting untuk memperkuat tesis yang diajukan
-       Referensi penting untuk menunjukkan bahwa semua pendapat yang sama/ berbeda sudah dipertimbangkan
-       Kutipan data/referensi dalam format sederhana, karena panjang artikel terbatas
7. Simpulkan Pendapat dalam Alinea Penutup
-       Simpulkan uraian yang terdapat dalam Alinea Penjelas dalam alinea penutup
-       Konfirmasi Alinea Penutup/Simpulan dengan Alinea Pertama/Pendapat Awal yang telah diajukan
-       Gunakan kalimat yang menggugah, bukan memaksakan kehendak
-       Buka kesempatan orang lain untuk berbeda pendapat, bukan merasa benar sendiri
8. Mengedit Tulisan
-       Selesaikan Draf Awal tulisan, apapun bentuknya, jangan ditunda-tunda
-       Endapkan tulisan awal selama beberapa waktu, lalu cari inspirasi/kesibukan, namun tetap perhatikan deadline/batas tenggat
-       Tinjau ulang Draf Awal dan periksa dari segi substansi, struktur argumentai atau gaya penulisannya
-       Lakukan koreksi mulai dari yang mudah: standar bahasa, validitas data/referensi hingga yang sulit keandalan argumentasi
9. Menyebarkan/ Memasarkan Tulisan
-       Kirimkan draf tulisan kepada sejumlah kawan yang memahami standar penulisan yang baik (minta koreksi dan penilaian)
-       Perbaikan draf tulisan berdasarkan masukan dari semua pihak dan juga pembacaan ulang sendiri (jadilah Draf Final)
-       Kirimkan artikel ke media massa yang sesuai dan minta alasan/komentar, jika artikel tak dimuat
-       Jaga hubungan baik dengan Editor Opini di sejumlah media, sehingga tahu kebutuhan artikel macam apa yang bisa diakomodasi media
-       Simpan artikel yang SUDAH dimuat atau yang BELUM dimuat di media, jadikan khazanah pemikiran pribadi
REFERENSI:
Sumaidira, AS Haris. 2005. Menulis Artikel dan Tajuk Rencana: Panduan Praktis Penulis dan Jurnalis Profesional. Simbiosa, Bandung.
Waluyo, Sapto. 2008. Teknik Menulis Artikel Opini. Bahan Pelatihan Jurnalistik PPSDMS Nurul Fikri, Jakarta.
(semoga bermanfaat...agar lebih paham ya ...menulis!



Motivasi Menulis

Oleh: Cyrilus Bau Engo

Sebagai salah satu pembina Asosiasi Guru Penulis Indonesia (Agupena) Cabang Kabupaten Nagekeo, saya diminta untuk membawakan materi Motivasi Menulis dalam kegiatan Bimbingan Teknik (Bimtek) Penulisan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang diselenggarakan oleh Pengurus Agupena Cabang Kabupaten Nagekeo di Mauponggo tanggal 15 – 17 Oktober 2015. Mengawali tulisan ini saya ingin mengutip pernyataan yang disampaikan Ibu Yustina Bao (akrab disapa Ibu Tince), Ketua PGRI Kabupaten Nagekeo dalam diskusi buku Salus Animarum Suprema Lex (Keselamaan Jiwa-jiwa adalah Hukum Tertinggi), Buku Kenangan Pesta Intan Paroki St. Fransiskus Xaverius Boawae yang berlangsung pada 25 September 2015. Dalam kesempatan itu Ibu Tince mengatakan bahwa ada tiga keabadian di dunia yaitu menulis, melahirkan dan menanam (Flores Pos, Selasa, 29 September 2015). Hal yang sama juga disampaikan Pramoedya Ananta Toer, novelis besar Indonesia yang terus menulis meskipun dalam pengasingan di Pulau Buru yang mengatakan bahwa orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian (dikutip Hery Purnomo dalam tulisan di Kompasiana, 2 Oktober 2012) .
Mendapat tawaran membawakan materi motivasi menulis pikiran saya langsung kembali ke masa tahun 1973/1974. Waktu itu saya masih mahasiswa di sebuah institut di Bogor. Suatu saat dalam Mata Kuliah Bahasa Indonesia, Ibu Dosen menjelaskan tentang kerangka karangan. Dengan rinci sang dosen menuliskan kerangka karangan di papan tulis. Sesudah mata kuliah Bahasa Indonesia dilanjutkan dengan mata kuliah Matematika dengan dosennya Prof. Dr. Ir. Andi Hakim Nasution (alm) seorang pakar statistika pertanian yang suka menulis.
Ketika Prof. Andi masuk ruang kuliah ia melihat tulisan di papan yang menjelaskan tentang kerangka karangan. Sambil menugaskan seorang mahasiswa menghapus beliau mengatakan, bahwa kerangka karangan yang diajarkan oleh dosen Bahasa Indonesia, jangan dihafal. Kalau mau paham tentang kerangka karangan maka pikirkan suatu topik, buat kerangka karangan, kemudian buat sebuah tulisan dan kirim ke koran atau majalah. Saya mencoba mengikuti saran beliau. Pada waktu itu saya tahu di Flores tepatnya di Ende telah terbit Majalah DIAN.
Sebagai mahasiswa saya mencoba menyoroti kegiatan pembangunan di Flores. Saya memilih judul Flores Dibalik Derap Pembangunan. Saya gunakan kerangka karangan yang saya timba dari Dosen Mata Kuliah Bahasa Indonesia, membutuhkan waktu memang, tetapi akhirnya tulisan yang saya ketik dengan mesin ketik tua milik Asrama PMKRI Bogor itu rampung dan saya krim ke Majalah Dian. Pada bulan Maret tahun 1974 tulisan pertama saya dimuat majalah DIAN. Saya sangat bangga dan bahagia. Lebih bangga dan bahagia lagi karena saya tahu yang baca adalah orang-orang Flores khususnya orang Nagekeo. Sejak itu saya terus menulis karena sudah yakin bahwa saya bisa menulis. Seperti yang saya tulis dalam artikel saya berjudul “Terima Kasih DIAN, Saya Bisa Menulis”. ( Cyrilus Bau Engo, Membangun Wawasan Dalam Perspektif Nusa Tenggara Timur, Kumpulan Tulisan, Editor Dr. Gregor Neon Basu, SVD, Yayasan Gita Kasih dan Puslit Manse Nsae,2008). Artikel ini dibuat dalam rangka menyambut Pesta Perak Majalah DIAN 24 Oktober 1998 dan tulisan saya dimuat di DIAN pada 6 Nopember 1998.
Dalam tulisan sederhana tersebut di atas saya menulis bahwa sejak itu (maksudnya sejak tulisan saya dimuat di DIAN) saya lebih berani untuk menulis di DIAN. Saya juga berani mengirim tulisan ke koran atau majalah yang terbit di Jakarta. Berkat sering menulis di DIAN saya diminta oleh Senat dan Dewan Mahasiswa IPB untuk ikut merintis dan mengelola pers kampus IPB ( Buletin Academica dan Koran Almamater). Saya pernah menjadi pembantu lepas Majalah DIAN, Kompas, Pos Kupang dan Flores Pos. Sampai hari ini saya masih sering menulis.
Pada bahagian akhir tulisan sederhana saya di atas, saya menulis bahwa hal lain yang menarik dengan sering menulis di DIAN tentulah honornya. Biar kecil tetapi nikmat. Soal besar kecilnya honor, relatif juga. Sebagai misal, honor tulisan saya yang pertama di DIAN (tahun 1974), saya masih ingat, Rp.2700,00 (kalau soal uang saya ingat betul). Jumlah itu bagi mahasiswa pada waktu itu cukup. Kehidupan di Bogor pada waktu itu dapat saya gambarkan , ongkos bemo jauh dekat Rp. 15,00. Bubur kacang hijau satu porsi Rp. 25,00. Kalau dikonversikan dengan dua hal kecil yang cukup urgen bagi kehidupan mahasiswa ini, Rp. 2700,00 itu lumayanlah. Kalau makin sering menulis dan dimuat, tentulah makin lumayan pula.
Kalau dikaitkan dengan motivasi menulis maka motivasi saya pada waktu itu adalah belajar menulis, menyumbangkan pemikiran untuk pembangunan bangsa (ini yang ideal), ingin menjadi tekenal dan mendapat uang (ini yang jujur). Teman-teman anggota Agupena Cabang Nagekeo tentu memiliki motivasi menulis. Bisa sama dengan saya bisa juga berbeda. Misalnya motivasinya agar hasil penuilisan PTK-nya dimuat di Jurnal tingkat Nasional. Tulisannya dimuat di Flores Pos, Pos Kupang, Viktory News, Kompas, Media Indonesia, Suara Pembaharuan, Tempo dan lai-lain. Kenapa tidak?
Saya yakin anggota Agupena Cabang Nagekeo sudah pernah dan bisa menulis karena sebagai mahasiswa sudah biasa menulis paper dan salah syarat unuk menjadi sarjana harus menulis skripsi. Sebagai guru selalu menulis untuk persiapan mengajar setiap hari. Hanya mungkin itu dilakukan karena hal wajib, tetapi tetap menjadi modal untuk menulis artikel di koran dan majalah atau menulis karya ilmiah untuk dimuat di jurnal-jurnal bergengsi.
Karena sudah tahu dan bisa menulis maka selanjutnya harus terus menulis. Karena Hery Purnomo mengutip Kuntowijoyo (Penyair) mengatakan bahwa syarat untuk menjadi penulis ada tiga yaitu menuli, menulis, menulis.
Dalam kesempatan ini saya tidak mau singgung tentang teori menulis karena saya tahu dihadapan saya adalah para sarjana yang pasti memiliki pengetahuan memadai tentang tulis menulis. Saya haya menyanyampaikan hal-hal praktis agar pengetahuan menulis jangan hanya disimpan tetapi dibongkar, dipraktekkan dan dibagikan untuk orang lain.
Hal praktis pertama yang mau saya bagikan adalah agar tulisan kita baik dan mau dimuat di media masa dan akan dibaca orang banyak. Seorang penulis di Kompasiana mengatakan ada tiga faktor penting yang menentukan bagus tidaknya sebuah tulisan yaitu kebaruan (news), sudut pandang (perspektif) dan nada emosi.
Semua orang menyenangi hal-hal yang baru. Dengan demikian bila tulisan kita mengandung kebaruan maka pastilah dimuat di media masa dan dibaca orang. Faktor kedua yaitu sudut pandang (perspektif). Hal yang biasa-biasa saja akan menjadi tulisan yang menarik kalau orang bisa menemukian sudut pandang yang berbeda dari orang lain.  Faktor ketiga adalah nada emosi. Tulisan yang baik adalah tulisan yang bisa menggerakkan emosi pembacanya. Ketika kita membaca novel yang bagus kita bisa tertawa atau menangis dan bisa merasakan apa yag dialami tokoh dalam novel tersebut.
Kalau kita sudah menulis sesuai dengan kaidah-kaidah penulisan yang benar, telah memperhatikan tiga faktor diatas, pada dasarnya tidak ada tulisan yang buruk. Semua tulisan itu baik. Kalau tulisan kita belum dimuat bukan karena tidak baik tetapi bisa saja tidak sesuai dengan misi media yang bersangkutan atau tidak sesuai dengan selera redaksinya. Jangan dihapus dari laptop atau komputer. Kirim lagi ke media lain atau ke media-media yang seleksinya tidak ketat seperti Facebook, Kompasiana, Cerita Saya, atau di blog kita sendiri karena sebuah tulisan memiliki unsur keabadian.
Itulah beberapa hal praktis mengenai motivasi menulis. Mari mulai menulis. J.K. Rowling ( Novelis) mengatakan bahwa mulailah dengan menuliskan hal-hal yang kau ketahui. Tulislah tentang pengalaman dan perasaanmu sendiri. Sementara itu Imam Al-Ghazali ( Ulama termasyur ) mengatakan bahwa kalau kamu bukan anak raja dan engkau bukan anak ulama besar, maka jadilah penulis. Semoga.
*) Disampaikan pada Bimtek Penulisan PTK yang diselenggarakan Agupena Cabang Nagekeo di Mauponggo, Sabtu, 17 Oktober 2015






 


Minggu, 11 Oktober 2015

Menuju Nagekeo Yang Adil Dan Sejahtera


(Refleksi Hari Ulang Tahun Kabupaten Nagekeo)
Oleh : Frans No, S. Pd

Memasuki bulan Desember ini pemerintah dan  masyarakat Kabupaten Nagekeo akan merayakan hari jadinya yang ke 8, tepatnya tanggal 8 Desember 2014. Delapan tahun adalah suatu usia yang relatif muda yang apabila dianalogikan seperti seorang anak yang sedang bertumbuh.  Sejenak kita menoreh kembali pada catatan sejarah perjuangan pembentukan Kabupaten Nagekeo, kita akan menyadari bahwa untuk mendirikan sebuah daerah otonomi baru tentu tidaklah semudah kita membalikan telapak tangan. Sejarah telah mencatat bahwa Kabupaten Nagekeo terbentuk dari rentetan perjuangan panjang dan melelahkan yang pada akhirnya mencapai titik kulminasi perjuangannya pada tanggal 8 Desember 2006,  DPR RI mensahkan Undang-Undang tentang Pemekaran Daerah. Dengan demikian lahirlah Kabupaten Nagekeo yang saat ini memasuki usianya yang kedelapan.
Suatu pertanyaan refleksi  bagi Pemerintah kabupaten dan masyarakat Nagekeo, apa makna perayaan hari ulang tahun Kabupaten Nagekeo ini? Apakah kita sekedar memperingati moment bersejarah ini dengan menggelar berbagai acara gegap gempita yang menghabiskan anggaran daerah? Tentunya kita semua tidak ingin merayakan hari yang bermartabat ini tanpa makna dan tujuan yang jelas. Peringatan hari jadi kabupaten Nagekeo yang kedelapan ini harus dijadikan ajang permenungan dan koreksi total atas apa yang telah kita lakukan dan yang akan kita lakukan pada masa-masa yang akan datang dalam konteks perjuangan menciptakan masyarakat Nagekeo yang cerdas, adil dan makmur
Kondisi Kabupaten Nagekeo saat ini
Patut diakui bahwa sejak diresmikan menjadi daerah otonomi baru pada tanggal 22 Mei 2007, Kabupaten Nagekeo terus berbenah diri dengan pembangunan-pembangunan di segala lini kehidupan.  Berbagai upaya pembangunan telah dilakukan oleh pemerintah kabupaten Nagekeo guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Keberhasilanpun telah diraih diberbagai bidang kehidupan bahkan hasilnya telah dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat Nagekeo. Berbagi upaya pembangunan yang sifatnya menyentuh kebutuhan masyarakat seperti pembangunan infrastruktur dan program- program pemberdayaan masyarakat telah di jalankan oleh pemerintah kabupaten Nagekeo walaupun masih terdapat berbagai kekurangan karena keterbatasan pendapatan asli daerah (PAD) kita yang minim.
Di tengah gencarnya Pemerintah Kabupaten Nagekeo melaksanakan kegiatan pembangunan di kabupaten ini kita dihadapkan pada sejumlah hambatan dan persoalan pelik yang sedang bergejolak di kabupaten Nagekeo saat ini, seperti masalah sengketa tanah antara pemerintah daerah dan masyarakat, persoalan Mbay Kiri , persoalan tata kelolah  birokrasi dan sebagainya. Di bidang ekonomi ada beberapa hal yang menjadi harapan masyarakat yang belum tersentuh kebijakan dan campur tangan pemerintah seperti pembangunan infrastruktur yang belum merata, masalah pengganguran serta angka kemiskinan yang cukup tinggi di Nagekeo. Di bidang pendidikan ada sejumlah persoalan yang belum diselesaikan oleh pemerintah Kabupaten Nagekeo seperti pembangunan sarana dan prasarana pendidikan yang belum memadai, angka putus sekolah yang tinggi, masalah guru honor dan penyebaran guru yang belum merata. Selain persoalan tersebut di atas masih ada persoalan-persoalan di bidang lain yang membutuhkan perhatian serius dari pemerintah kabupaten Nagekeo saat ini  untuk segera ditindaklanjuti, dicari solusi tepat dan efektif  demi kepentingan masyarakat, karena pada hakekatnya yang menjadi agenda penting perjuangan pemekaran dan pembentukan kabupaten Nagekeo adalah upaya mendekatkan pelayanan prima dari pemerintah kepada masyarakat yang bermuara pada tercapainya masyarakat Nagekeo yang  adil dan makmur.
Memaknai  Hari Ulang Tahun Kabupaten Nagekeo
Memperingati HUT Kabupaten Nagekeo yang kedelapan ini  menurut penulis adalah sesuatu yang spesial karena dari unsur eksekutif kabupaten  Nagekeo saat ini berada dalam kepemimpinan bupati dan wakil bupati yang baru. Selain itu dari unsur legislatif kabupaten Nagekeo memiliki anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) baru hasil pemilu legislatif  9 april 2014 yang lalu. Hari ulang tahun Kabupaten Nagekeo yang kita peringati setiap tanggal 8 Desember hendaknya memiliki makna tersendiri bagi pemerintah dan masyarakat Nagekeo. Banyak yang terkadang lupa atau sengaja melupakan nilai dan pesan yang terkandung dalam perayaan ulang tahun itu sendiri,  sehingga kita terjebak dalam  pemahaman kalau ulang tahun itu cukup dirayakan dengan hal- hal yang bersifat seremonial formal atau hanyalah sekedar euforia untuk membuktikan rasa kebesaran dan kebanggaan kita pada Kabupaten Nagekeo sehingga dengan selesainya berbagai kegiatan yang digelar maka selesailah ulang tahun itu. Sesungguhnya esensi ulang tahun jauh lebih luas ada pesan tersirat yang bisa kita petik dan yang harus kita lakukan selanjutnya.
Berkenaan dengan peringatan hari Ulang tahun Kabupaten Nagekeo yang kedelapan ini, penulis ingin menyampaikan beberapa hal sebagai bahan refleksi dan introspeksi bagi pemerintah daerah dan masyarakat Nagekeo  sehingga moment ulang tahun ini bisa menimbulkan kesadaran kolektif akan makna dan esensi dari perayaan hari ulang tahun itu sendiri.
Pertama, perayaan ulang tahun hendaknya dijadikan sebagai perayaan Syukur.  Banyak yang bisa disyukuri saat merayakan ulang tahun. Rasa syukur atas kasih dan penyelengaraan Tuhan sehingga daerah Nagekeo di beri kesempatan menjadi sebuah daerah otonomi baru, rasa syukur atas perjalanan waktu yang mengukir sejarah atas perkembangan pembangunan dan kemajuan Nagekeo selama delapan tahun ini.    
Kedua, momentum ulang tahun hendaknya dijadikan sebagai media untuk merenungkan kembali sejarah perjuangan pemekaran dan pembentukan Kabupaten Nagekeo karena perjuangan mendirikan kabupaten ini tidaklah mudah.   Kabupaten Nagekeo ada karena sejarah. Kabupaten Nagekeo bisa berulang tahun karena ada yang mendirikan. Nagekeo bisa berkembang karena ada proses dan perjuangan masa lalu yang harus dilalui oleh tokoh-tokoh pencetus dan pendiri. Semua itu harus selalu diingat dan terpatri indah dalam sanubari masyarakat dan generasi penerus di Kabupaten Nagekeo.  Perayaan ulang tahun mengajarkan kita untuk senantiasa menghargai jasa perjuangan tokoh-tokoh pendiri kabupaten Nagekeo.   
Ketiga, Perayaan Hari Ulang tahun kabupaten Nagekeo yang ke delapan ini hendaklah dijadikan moment berharga untuk menggugah kesadaran, melakukan  introspeksi dan evaluasi terhadap  segala pengabdian dan kinerja dari masing-masing pihak baik di tingkat kepemimpinan eksekutif (Bupati/Wakil Bupati dan Aparatur Pejabat Birokrasi), juga para elit politik di tataran legislative. Ulang tahun adalah waktu yang tepat untuk mengevaluasi segala kekurangan dan kelemahan serta kemudian memperbaikinya. Hal-hal positif, keberhasilan dan prestasi perlu dipertahankan, dilanjutkan dan ditingkatkan. Ulang tahun adalah sebuah motivasi ke arah perubahan yang lebih baik. Ini adalah awal kebangkitan  akan sebuah kebersamaan. Oleh karena itu Semua pihak hendaknya memiliki komitmen bersama untuk merumuskan langkah-langkah strategisnya mengatasi persoalan dan tantangan pembangunan yang di hadapi di kabupaten Nagekeo secara profesional, jujur dan akuntable,  sehingga Kabupaten Nagekeo ke depan akan lebih maju dan mampu bersaing dengan daerah lainnya.  
Pesan penting ulang tahun harus sampai keseluruh masyarakat Nagekeo, untuk direnungi, diresapi dan ditindaklanjuti, serta membangun spirit bersama untuk melakukan perubahan – perubahan masa depan ke arah yang lebih baik.  
 Kabupaten Nagekeo baru berumur delapan tahun. Mimpi, harapan, tantangan dan peluang masih terbentang luas. Dengan  spirit “ too jogho waga sama” penulis mengajak Semua pihak dan seluruh unsur masyarakat Nagekeo untuk bergandengan tangan, bulatkan tekad, untuk membangun tanah kelahiran kita Kabupaten Nagekeo tercinta.
           Semoga pesan ulang tahun ini  bisa  diterima oleh seluruh masyarakat Nagekeo, sehingga refleksi dari seluruh makna, semangat, motivasi, inspirasi dan nilai-nilai yang terkandung dalam peringatan hari ulang tahun Kabupaten Nagekeo yang kedelapan ini akan melahirkan inovasi, kreasi dan aksi – aksi nyata dalam mendukung pembangunan di Kabupaten Nagekeo.
           “DIRGAHAYU KE - 8 KABUPATEN NAGEKEO”

Penulis adalah Ketua Seksi Pendidikan dan Pelatihan 



Menulislah

Oleh: Siti Nur Asfur, S.Pd


Ketika hati sakit oleh luka
Ketika batin terkoyak oleh penghianatan
Ketika persahabatan terceraikan permusuhan

 Menulislah...

Mungkin sakit kan hilang
Sesaat bertukar tawa Menulislah...
Tuangkan ide2..
Ceritakan pada dunia
Bahwa kau ada

Menulislah...

Mungkin duka akan berganti bahagia
Duka kan meranggas pergi

Menulislah...

Hingga dunia berhenti berputar
Yang kau butuh hanya kata
Sebilah kata kan mampu menjadi senjata
Mampu menjadi rupiah
Mampu membeli senyuman

Menulislah...

Tanpa ragu.

 
"MOHON MAAF ATAS KETIDAK NYAMANAN ANDA KARENA WEBSITE INI MASIH DALAM MASA PERCOBAAN" Info Penting: Bahwa seluruh pengurus AGUPENA segera menyelesaikan pembahasaan penelitian tindakan kelas karena akan di adakan seminar yang akan dilaksanakan pada bulan Agustus 2016. terima kasih.